Trending

Berita Terkini: Jokowi Mengutuk Aksi Terorisme di Las vegas

Jokowi Kutuk Serangan las Vegas

Bolaria.net, Berita Terkini: Presiden Jokowi menyebut aksi brutal penembakan di Las Vegas sebagai tindakan terorisme. Tentu Indonesia mengutuk aksi terorisme seperti itu. Jokowi menyebutkan, aksi ‘biadab’ tersebut telah memakan banyak korban dari masyarakat di sana.

Jokowi meyakini, Pemerintah AS akan berhasil mengungkap dan mengusut tuntas otak dibalik penyerangan tersebut. Dia juga berpesan kepada dunia agar bersatu melawan aksi terorisme.

Jokowi juga menyampaikan duka cita mendalam bagi korban peristiwa di Amerika Serikat (AS) itu. Jokowi memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan di Las Vegas. Ia yakin pemerintah Amerika Serikat bisa tegar dan kuat menghadapi masalah ancaman terorisme itu.

Penembakan brutal di festival musik, Minggu (1/10) kemarin itu dilakukan oleh pria 64 tahun bernama Stephen Craig Paddock. Ada 59 korban tewas akibat aksi Stephen. Kepolisian Las Vegas menyatakan Stephen tak terkait dengan organisasi teroris, kelompok keagamaan, atau kelompok supremasi kulit putih. Dia adalah pria yang gemar berjudi.

Sebelumnya, Festival musik country di Las Vegas berubah menjadi peristiwa mengerikan saat Stephen Paddock, pria berusia 64 tahun mulai menembakan peluru dari lantai 32. Aksi penembakan itu dinilai peristiwa terbesar yang memakan banyak korban.

Paddock merupakan seorang pensiunan bersenjata beberapa senapan serbu membantai 59 orang dalam sebuah konser musik di Las Vegas dari jendela hotel bertinggkat sebelum akhirnya bunuh diri. Aksi brutal adalah potret paling mematikan dalam sejarah AS modern.

Selain menewaskan 59 orang, penembakan tersebut juga melukai lebih dari 525 orang. Beberapa korban mengalami luka tembak atau terkena pecahan peluru, dan terinjak-injak akibat kepanikan yang melanda penonton konser.

Polisi mengidentifikasi pelaku adalah Stephen Paddock, 64, yang tinggal di sebuah komunitas pensiunan di Mesquite, Nevada. Pihak berwenang mengatakan mereka yakin dia bertindak sendiri, meski motifnya tidak diketahui.

Polisi mengatakan Paddock tidak memiliki catatan kriminal. Pria bersenjata tersebut menembak dan melukai seorang petugas keamanan hotel di kaki melalui pintu kamarnya lalu membunuh dirinya sendiri sebelum polisi memasuki ruangan tersebut, kata pihak berwenang.

Paddock telah memesan kamar Mandalay Bay Hotels pada 28 September, empat hari sebelum ia melancarkan aksinya. Menurut laporan, ia memesan kamar itu dengan menggunakan dokumen identitas Danley. Lombardo mengatakan, terdapat 10 koper di ruangan yang dipesan Paddock. Dalam ruangan itu terdapat dua kamar.

Ribuan pengunjung festival yang sedang menikmati penampilan penyanyi Jason Aldean saat sejumlah tembakan terdengar dan mengenai ratusan orang. Kala itu, jam menunjukkan pukul 22.08 waktu setempat.

Para pengunjung pun bergegas mencari perlindungan, tiarap, bergegas keluar, atau membantu orang lain untuk melarikan diri. Diperkirakan, Paddock bergerak di antara dua jendela kamarnya saat melakukan serangan tersebut.

Banyak hotel di Las Vegas yang dekat dengan tempat kejadian ditutup pihak kepolisian dan sebagian Las Vegas Boulevard pun turut ditutup.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top