Trending

Bupati Kukar Rita Widyasari Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

KPK, Rita Widyasari

Bolaria.net, KPK resmi menetapkan Bupati Kukar Rita Widyasari sebagai tersangka. Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Laode mengatakan, penetapan tersangka Rita Widyasari tersebut dilakukan melalui pengembangan penyelidikan yang dilakukan KPK. Ia juga membenarkan adanya penggeledahan di kantor Rita Widyasari. Saat ditanya kasus yang menjerat Rita, Laode enggan menjawab.

Ia mengatakan, hal tersebut akan diumumkan dalam konferensi pers dalam waktu dekat. Rita Widyasari sendiri adalah putri mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais (almarhum), terpidana kasus korupsi. Rita Widyasari juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Kartanegara dan Ketua Partai Golongan Karya setempat.

Pada 14 Desember 2007, Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Bupati Kukar non-aktif saat itu, Syaukani, terbukti menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat. Sepanjang 2001-2005, Syaukani berhasil meraup dana sebesar Rp 93,204 miliar.

Pengadilan Tipikor mengganjarnya dengan vonis dua tahun enam bulan penjara. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tipikor. Saat kasasi di Mahkamah Agung (MA), hukuman diperberat menjadi enam tahun penjara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Keppres pada 15 Agustus 2010 tentang Pemberian Pengampunan atau Grasi kepada Syaukani Hassan Rais.

Dengan surat grasi tersebut, Syaukani bisa langsung bebas karena vonis enam tahunnya dipotong menjadi tiga tahun, dan yang bersangkutan telah menjalani hukuman lebih dari tiga tahun. Syaukani juga telah membayar seluruh kerugian negara sebesar Rp 49,6 miliar.

Bupati perempuan pertama di Indonesia ini juga dinilai berprestasi karena banyaknya penghargaan yang diperolehnya. Salah satunya adalah tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 April 2015.

Penghargaan ini diberikan karena Rita dinilai berkomitmen tinggi atas pembangunan kesejahteraan keluarga dan kependudukan di daerahnya. Rita juga pernah menerima penghargaan sebagai salah Inspirator Pembangunan Daerah 2017. Penghargaan dari Pusat Kajian Keuangan Negara ini diserahkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Di tingkat internasional, Rita pernah menerima penghargaan Global Leadership Award 2016 dari majalah bisnis The Leader International dan American Leadership Development Association.

Berdasarkan biodata yang dikumpulkan dari Pemerintah Kabupaten Kukar, Rita merupakan Bupati Kukar bergelar Phd. Dia menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Utara Malaysia (UUM) dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Rita menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Administrasi Niaga dan S2 di Universitas Jenderal Soedirman. Sebelum menjadi bupati, Rita pernah menduduki kursi Ketua DPRD Kukar dari partai Golkar.

Dalam hal berorganisasi, Rita pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang merupakan induk organisasi kepemudaan di Kalimantan Timur. Selanjutnya, Rita berhasil menduduki kursi Ketua Golkar Kaltim.

Perempuan kelahiran Tenggarong, 11 November 1973 itu juga aktif dalam bidang olahraga. Rita bahkan ditunjuk sebagai bendaharan umum SEA Games XXIX untuk Indonesia oleh Presiden Jokowi.

Jokowi pun sempat berpesan pada semua atlet agar tidak khawatir selama menjalankan tugas. Sebab, jabatan bendahara sudah berada di tangan yang tepat, yakni Rita widyasari.

Rita terpilih menjadi Bupati Kukar selama 2 periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Pada periode pertama, Rita berpasangan dengan Gufron Yusuf. Sedangkan pada periode kedua atau 2016-2021, Rita berpasangan dengan Edi Damansyah.

Saat ini, Rita bahkan menjadi calon tunggal dari Partai Golkar menuju Pemilihan Gubernur Kaltim. Program unggulan di masa kepemimpinannya adalah program Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja), yang sudah dia jalankan di periode pertama. Ketika terpilih untuk kali kedua, Rita berjanji akan menyempurnakan program Gerbang Raja Jilid II.

Menjadi Bupati di kabupaten kaya migas, Rita kerap meneriakkan dana bagi hasil (DBH) hasil Migas pada pemerintah. Ketika kondisi perekonomian Kukar mengalami defisit, Rita mulai menggalakkan sektor pariwisata untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Beragam wahana wisata lengkap di Kukar, di antaranya adalah pembenahan Pulau Kumala. Jembatan Pulau Kumala, Ladang Budaya, dan berbagai taman cerdas di Tenggarong. Dia juga pelopor busana Ulap Doyo khas Kutai yang dibentuk menjadi miskat.

Dia membuka lapangan kerja untuk para pengrajin ulap doyo mulai dari remaja hingga ibu-ibu rumah tangga. Pada bidang pendidikan, Rita adalah pencetus program bahasa Inggris untuk semua warga Kukar.

Mimpi Rita adalah menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di Kukar. Untuk mewujudkan mimpi itu, Rita menjalin kerja sama dengan University of Cambridge dalam bentuk implementasi program pengembangan Bahasa Inggris.

Selera musik Rita adalah musik cadas. Dia bahkan disebut sosok “Bupati Rocker” karena sejak menjabat sebagai bupati, periode 2010-2015, Kukar terus mendatangkan band-band rock legendaris dari luar negeri untuk dinikmati secara gratis.

Seperti Sepultura pada tahun 2012, Halloween pada 2013, Testament pada 2014, Firehouse tahun 2015, dan Michael Learns To Rock (MLTR) juga pernah diundang ke ajang tahunan Rock in Borneo pada tahun 2016.

Bahkan baru-baru ini, pada 23 September 2017, Rita mendatangkan band luar negeri Skid Row. Belum lagi band-band rock papan atas Tanah Air seperti Power Metal, God Bless, dan Jamrud.

Buntut dari kasus yang menderanya, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dicegah agar tidak bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini dilakukan terkait penetapan Rita sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Agung, permintaan KPK tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. KPK menduga Rita menerima gratifikasi sejak menjabat Bupati Kukar pada periode 2010-2015 dan pada periode 2016-2021.

Rita disangka melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka. Rita diduga menerima gratifikasi dalam kewenangannya sebagai penyelenggara negara.

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, hukuman berat untuk Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur tersebut tengah dipertimbangkan. Pasalnya, Rita beberapa kali ikut program pencegahan yang diadakan oleh KPK.

Ia mengatakan, KPK selalu mengundang kepala daerah dalam program pencegahan tindak pidana korupsi. Menurut Saut, beberapa kali Rita hadir dalam program tersebut.

Rita dan kepala daerah lainnya saling memberi masukan dan menceritakan pengalaman di daerahnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun, Laode belum mau menjelaskan lebih detail terkait penetapan tersangka terhadap Rita yang merupakan Bupati Kutai Kartanegara dua periode tersebut.

Laode hanya mengatakan, penggeledahan tim penindakan di Kutai Kartanegara terkait pengembangan kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top