Sport

Berita Metro: Kronologi Pembunuhan Pegawai BNN Indria Kameswari

Indria Kameswari

Bolaria.net, Berita Metro: Pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Indria Kameswari ditemukan meninggal dunia pada Jumat (01/09/2017) di rumah kontrakannya Perum River Valley, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kematian Indria diduga dibunuh oleh sang suami yaitu Abdul Malik Azis alias Mochmad Akbar dengan cara menembak punggung korban hingga mengenai tulang belakang dan paru-paru.

Diawali dengan cekcok rumah tangga yang panas dan siksaan baik fisik maupun non fisik membuat Abdul Malik Aziz nekat menembak mati istrinya.

“Berdasarkan keterangan tersangka, motif pembunuhan itu gara-gara cekcok masalah rumah tangga,” kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Komisaris Besar Andi Muhammad Dicky Pastika, Selasa, 5 September 2017.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pertengkaran antara Abdul dan Indira terjadi sejak Jumat dini hari. Pertengkaran berlanjut hingga pagi, saat masyarakat tengah salat Ied Idul Adha. Diduga Abdul tidak bisa menguasai diri dan menembak istrinya dari belakang. Peluru mengenai paru-paru.

Abdul bergegas meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil Ertiga dan kabur ke tempat saudaranya di Kepulauan Riau.

Anak korban yang masih berusia 4 tahun keluar rumah untuk meminta tolong kepada para tetangganya. Warga yang kaget segera masuk rumah korban dan menemukan korban sudah tergeletak dengan posisi tengkurap di dalam rumah.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian setempat. Setelah dua hari penyelidikan, bekerjasama dengan BNN, pada tanggal 3 September 2017 sekitar pukul 23.00 WIB Abdul berhasil ditangkap di rumah kakak iparnya di Kepulauan Riau.

Hingga Selasa (5/9/2017) kemarin dikutip dari Tempo, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kepemilikan senjata yang digunakan untuk membunuh korban. Pelaku masih tidak kooperatif dan tidak mau bekerja sama dengan penyidik kepolisian karena lebih banyak dia.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya menembak tapi tidak kooperatif, masih menyembunyikan di mana senjata apinya,” kata Dicky Kepala Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat saat ditemui wartawan di lokasi pembongkaran pedagang kaki lima (PKL) Puncak, Cisarua, Bogor, Selasa, 5 September 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top