News

Tantangan Umat Muslim Di Swedia Yang Harus Jalani Puasa Ramadan 21 Jam Lamanya

Ramadan Di Swedia

Bolaria.net, Sebagian besar negara Eropa saat ini sudah memasuki musim panas. Khususnya untuk daerah Eropa Utara seperti Swedia, dimana waktu siang hari akan lebih panjang dibandingkan dengan malam hari.

Matahari baru akan terbenam sekitar pukul 20.00 bahkan di bulan-bulan tertentu, hari akan mulai gelap pada pukul 22.00. Sedangkan Fajar sudah mulai menyingsing pada pukul 04.00.

Saat menjelang Ramadan hal tersebut tentunya menjadi tantangan untuk para penduduk swedia yang memeluk agama Islam. Dimana mereka harus melaksanakan ibadah puasa sekitar 21 jam atau lebih lama 8 jam dibandingkan dengan negara Indonesia. Hal ini pastinya menjadi dilema bagi setiap warga muslim di Swedia.

Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian mengeluarkan petunjuk baru yang mengizinkan Muslim untuk mengikuti matahari di Stockholm atau di Malmo. Atau mereka bisa kembali ke hari terakhir ketika hari itu sangat gelap saat senja.

Meskipun harus lebih lama saat menunggu waktu untuk berbuka puasa, namun bagi penduduk swedia yang menjalankan ibadah puasa tentu hal tersebut sudahlah biasa. Di masjid Hotorget, Apelsbergsgatan, Stockholm momen-momen dimana saat Ramadan tiba, banyak jemaah yang datang untuk melaksanakan beribadah dan membaca kitab suci Alquran serta salat tarawih juga witir.

Ketika bulan puasa tiba hampir setiap masjid yang ada dipenuhi orang berkulit hitam, namun hal tersebut wajar saja karena pemeluk agama Islam di Swedia kebanyakan adalah imigran dari Afrika.

Puasa Ramadan Di Swedia

Menjalankan Ibadah Puasa Di Swedia

Dia lah James, seorang pria berkulit putih asal Texas, Amerika Serikat yang selalu menjalankan puasa di negara tersebut. James sebelum pernah tinggal lama di Finlandia sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap di Swedia.

Di dalam seluruh anggota keluargany, hanya James lah yang memeluk agama Islam. Keputusan James untuk menjadi seorang muslim karena ia kerap bertemu dengan orang-orang berkulit hitam yang beragam Muslim saat berada di AS.

Pada saat itu, di AS seorang muslim pasti akan dicap sebagai orang berkulit hitam atau imigran ilegal, atau dicap sebagai pelaku teror. Namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menjadi seorang Muslim karena menurutnya menjadi seorang muslim ternyata penuh kedamaian dan bisa saling membantu sesama.

Di Swedia sendiri terdapat 200 ribu Muslim dari sembilan juta penduduk. Namun, menurut Pusat Islam di Malmo, terdapat sekitar 350 ribu umat Muslim tinggal di Sweden.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top