News

Berita Nasional: Saracen Dapat Memecah Belah Persatuan Bangsa

Saracen

Bolaria.net, Berita Nasional: Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai kelompok seperti Saracen yang dikenal sebagai penebar kebencian dan hoax sangat berbahaya dan berimplikasi buruk bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Pangi menuturkan modus kejahatan dengan menyebarkan, memproduksi ujaran kebencian dan hoax jelas hukumnya haram. Cara kerja sindikat kelompok seperti ini menurut dia, sangat terkonsolidasi, terstruktur, masif dan sistematis.

Kasus Saracen, lanjut Pangi adalah bukti kinerja nyata dan keseriusan pemerintah dalam membasmi ujaran kebencian di media sosial. Meskipun agak terlambat, namun langkah pemerintah beserta Polri patut diapresiasi.

Dia memandang kasus Saracen bisa menjadi pintu masuk penangkapan kelompok ujaran kebencian lainnya. Menurutnya, hukuman yang berat bagi aktor atau dalang ujaran kebencian harus disiapkan sebagai efek jera.

Selanjutnya Kapolri harus menyusuri keterikatan politik, terkait siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen selama ini. Pengguna jasa Saracen juga harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun menilai bahwa kelompok Saracen tak cukup disebut sebagai penyebar hoaks. Menurut dia, Saracen layak disebut sebagai penyebar kebencian dan pengadu domba.

Oleh karena itu, menurut dia, wajar jika polisi menjeratnya dengan berbagai pasal selain hoaks, tetapi juga pasal terkait SARA dan sebagainya. Rudi mengatakan, penilaiannya ini berdasarkan konstruksi konten berita yang disebarkan oleh Saracen kepada publik di dunia maya.

Ia menjelaskan, perbedaan antara berita yang murni hoaks dengan yang bertujuan menebar kebencian dan mengadu domba. Rudi mencontohkan, salah satu berita hoaks seperti ketika Pilkada Aceh terjadi gempa dan diberitakan seorang anak terselamatkan.

Berita itu, kata Rudi, sempat viral tetapi ternyata terbukti tidak benar karena kejadiannya di Amerika Selatan. Menurut dia, yang seperti itu merupakan berita yang murni hoaks karena tak ada tendensi untuk menebar kebencian dan mengadu domba.

Sebelumnya, polisi mengungkap keberadaan kelompok penebar ujaran kebencian dan hoaks beberapa waktu lalu, yakni kelompok Saracen. Saracen mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan.

Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi. Media-media yang mereka miliki, baik akun Facebook maupun situs, akan mem-post berita atau konten yang tidak sesuai dengan kebenarannya, tergantung pesanan.

Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pihak pemesan. Setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah. Hingga kini, masih didalami siapa saja yang memesan konten atau berita untuk diunggah di grup maupun situs Saracen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top