Bisnis

Berita Terbaru: Tanggapan CEO Republika Penerbit Terkait Buku Tere Liye

Tere Liye

Bolaria.net, Berita Terbaru: Rabu (6/9/2017) kemarin CEO Republika Penerbit, Arys Hilman Nugraha mengkonfirmasi keputusan Tere Liye terkait dihentikannya penerbitan buku-buku Tere Liye di toko buku Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit. Konfirmasi tersebut diunggah di akun instagram @bukurepublika dengan judul “Kami Bersama Tere Liye”.

Penulis Buku Tere Liye diketahui memutus kontrak penerbitan bukunya dengan Gramedia Pustaka Utama dan Republika. Penulis buku “Negeri Para Bedebah”, “Burlian”, “Rindu”, dan “Negeri di Ujung Tanduk”. Penulis bernama asli Darwis ini keberatan dengan pungutan pajak yang terlalu tinggi (dikutip dari Tempo).

Dalam tulisannya, CEO Republika Penerbit tersebut mengkonfirmasi bahwa Republika Penerbit sudah sepakat dengan Tere Liye untuk menghentikan penerbitan buku-bukunya. Arys juga menyayangkan hal tersebut, pasalnya Tere Liye adalah penulis produktif dan bervisi.

“Ini keputusan yang patut ditangisi karena Tere Liye adalah tipe penulis produktif dan bervisi dengan karya-karya yang sarat nilai-nilai kebaikan; novel-novelnya berkisah tentang kekuatan keluarga, perjuangan, cinta kasih, keadilan, kesabaran, kejujuran. Kami turut merasakan ketidakadilan beleid perpajakan terhadap penulis dibandingkan profesi-profesi lain. Jelas posisi kami bersama Tere Liye.” Tulis Arys.

Arys Hilman juga setuju dengan pandangan Tere Liye terkait pajak penulis yang dirasa terlalu besar dan tidak adil. Ia menyebutkan bahwa kampanye “no tax on knowledge” telah gagal dalam dunia perbukuan sebagaimana halnya dalam pers. Ia sampaikan rasa kehilangan yang sangat atas kepergian Tere Liye dari dunia perbukuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top