Bisnis

Berita Terkini: Kurang Untung, Freeport Akan Tutup Tambang Grasberg

PT Freeport

Bolaria.net, Berita Terkini: Freeport melalui Freeport-McMoRan Inc akan menutupkan tambang terbuka Grasberg, dan memfokuskan pada pengembangan bijih dengan kadar tinggi. Hal ini di sebabkan karena pendapatan tahun saat ini mengurang dan terjadi mogok kerja serta persediaan konsentrat yang penjualannya sempat terhenti akibat larangan ekspor.

“Kami pernah mengalami masa di mana kami bisa menambang sekitar 200.000 ton bijih per hari. Karena ada mogok kerja, kami tidak bisa mencapai target kami untuk menambang bijih dari tambang terbuka kami,” tutur CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson. Adapun masalah ketenagakerjaan di PTFI telah berlangsung sejak pertengahan April dan kian memuncak pada Mei lalu.

Walaupun mengurang pendapatan saat ini, PT Freeport Indonesia masih masih tetap diperbolehkan oleh pemerintah untuk mengekspor mineral mentah, yaitu konsentrat tembaga yang belum melalui proses pemurnian (smelter) hingga awal 2022. Tingginya produksi emas dan tembaga di tengah menurunnya penambangan bijih memang telah diprediksi sebelumnya

Padahal, berdasarkan UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, tidak ada lagi ekspor mineral mentah (ore). Mineral mentah hanya boleh diekspor setelah melalui proses pengolahan dan pemurnian sehingga sudah menghasilkan produk jadi.

PTFI sepanjang semester pertama tahun ini mengalami tantangan dan ativitas tak berjalan mulus. Namun, menilik kinerja keuangan dan operasinya, keadaan ternyata tak seburuk itu.

Kendati mengalami penurunan aktivitas penambangan bijih yang signifikan selama semester I/2017, PTFI masih bisa mempertahankan tingkat produksi emas dan tembaganya.

Berdasarkan laporan operasi kuartal II/2017 dan semester I/2017, induk usaha PTFI di Amerika Serikat, produksi bijih per hari hanya sebanyak 105.500 ton. Jumlah tersebut anjlok 32,37% dibandingkan dengan produksi pada periode Freeport-McMoRan Inc yang sama tahun lalu sebanyak 156.000 ton bijih per hari.

Namun, produksi tembaganya hanya turun 5,05% dari 373 juta pon menjadi 354 juta pon. Sementara penjualannya naik tipis sebesar 0,54% dari 370 juta pon menjadi 372 juta pon.

Adapun untuk emas, produksinya justru naik signifikan dari 336.000 ounce menjadi 580.000 ounce atau tumbuh 72,62%. Berbanding lurus dengan hal hal tersebut, penjualan emasnya pun melonjak 74,57% dari 346.000 ounce menjadi 604.000 ounce.

Hasilnya, kinerja keuangan operasi Freeport-McMoRan di Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini boleh dibilang kinclong.

Total pendapatan mencapai US$1,755 miliar atau melonjak 39,84% dari pendapatan pada semester I/2016 senilai US$1,255 miliar.

Alhasil, laba kotor pun turut terdongkrak hingga 228,83% dari US$163 juta menjadi US$536 juta. Pasalnya, di tengah lonjakan pendapatan, beban biaya relatif stabil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top